Ngerasa nggak, kalau semakin maju jaman, manusia jadi makin nggak sabaran. Maunya yang serba cepat dan instant. Mulai dari makanan sampai produk kecantikan. Padahal segala sesuatu yang instant nggak bagus buat tubuh, lho! Nah, buat kamu yang penggemar ‘gaya hidup instant’, baca yang satu ini.
>> Makanan Instant
1. Mie Instant
Lezat, cepat dan murah. Siapa juga yang suka sama kepraktisan mie instant? Menurut survey nih, Indonesia adalah negara kedua terbesar yang mengkonsumsi mie instant, yaitu sekitar 12 milliar bungkus per tahunnya. Mie yang berasal dari Jepang ini juga dikenal paling akrab sama anak-anak mahasiswa, terutama yang harus tinggal nge-kost dekat kampus. Tapi sebelum buru-buru mendorong beli mie, ketahui dulu fakta-fakta dibalik kelezatan rasanya. Mie instant sangat tinggi karbohidrat, tapi kadar vitamin, mineral dan fibernya sangat rendah. Bentuknya yang kering itu adalah hasil penggorengan yang membuatnya jadi kaya akan trans fat atau saturated fat. Mie instant yang berkuah bahkan lebih banyak mengandung MSG dan Sodium yang nggak bagus bagi kesehatan tubuh. Lebih nggak bagus lagi, mie instant yang tinggal di seduh dalam keamasan yang biasanya berupa Styrofoam. Zat-zat berbahaya yang tekandung dalam kemasan dapat berpindah dengan mudah ke makanan karena suhu yang panas. Pada dasarnya, semua bahan-bahan ‘menyeramkan’ di atas, masih aman dikonsumsi tubuh dalam batas yang wajar. Jadi bukan berarti kita nggak boleh makan mie instant sama sekali, tapi jumlahnya harus benar-benar dibatasi. Misalnya maksimal 2 kali dalam seminggu. Imbangi dengan makanan bergizi dan konsumsi buah-buahan.
2. Microwave Ready Food
Bentuknya beku, tinggal dimasukkin ke microwave beberapa menit, langsung siao saji. Mengkonsumsi makanan yang bisa dikategorikan frozen cooked food ini punya 2 resiko sekaligus, yaiut resiko dari makanannya sendiri dan resiko dari penggunaan microwae. Makanan yang dibekukan memerlukan banyak tambahan garam. Garam ini membantu suhu makanan tetap dingin sehingga nggak terjadi proses enzyme didalamnya. Tapi walau udah beku dan udah ditambahka garam, frozen food biasanya tetap menggunakan pengawet. Sebelum dibekukan, makanan ini jga sudah dimatangkan menggunakan partially hydrogenated oil sehingga menghasilkan trans fat. Gelombang elektromagnetik dari microwave juga mampu mengubah molekul-molekul tertentu dalam bahan makanan sehingga bersifat radikal bebas dan membahayakan kesehatan.
>>Pelangsing Instant
1.Diet Pil
Kebanyakan pil diet menawarkan tubuh langsing dalam waktu 2 minggu. Padahal penurunan berat badan yang sehat atau yang bisa diproses metabolisme secara normal umumnya berkisar antara 2-3 kilogram per bulan. Pil yang relative aman digunakan menurut aturan pakai, kebanyakan pil diet mengandung bahan yang memaksa tubuh kita mengeluarkan cairan tubuh, baik dalam bentuk tinja, air seni, atau keringat yang berlebihan. Memang sih, perbedaan berat badan sebelum dan sesudah mencoba pil-pil seperti ini bisa sangat jelas terliha. Tubuh pun bisa jadi jauh lebih langsing. Tapi jangan terkecoh. Bukan lemak yang terbakar, melainkan cairan tubuh yang hilang sangat banyak. Karena kekurangan cairan, otomatis merasakan badan lemas, lesu dan juga dehidrasi. Penggunaan terus menerus obat seperti ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal, lho.
2. Suntik kurus
Hati-hati kalau ada klinik kecantikan yang menawarkan tekhnik pelangsingan cepat dengan suntik. Pastikan kamu tahu zat apa yang mereka masukkan di jarum suntik tersebut. Soalnya, bisa saja mereka memasukkan zat amphetamine. Amphetamin merupakan zat sintesis yang menyerupai kokain dan termasuk obat yang terlarang digunakan. Zat ini merupakan zat perangsang yang biasanya digunakan untuk meningkatkan semangat, mengnurangi kelelahan dan rasa kantuk yang mungkin bisa mengurangi berat badan. Logikanya, karena nggak merasa lelah, kamu terpacu untuk selalu beraktivitas. Jangan heran kalau berat badnmenurun dengan cepat. Intinya yang membuat berperan besar membuat berat badan berkurang itu adalah aktivitasnya, bukan obatnya. Efek samping lain bila mengkonsumsinya yaitu meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan, serta mengurangi nafsu makan. Belum lagi selalu berkeringat, mulut kering, dan sering merasa cemas. Bila terjadi secara terus-menerus, akan mengakibatkan ketidak stabilan detak jantung yang bisa menyebabkan kematian.
>>Pemutih Instan
1. Krim Pemutih Kulit
Yang namanya manusia memang nggak pernah puas. Dikasih kulit cokelat sehat, malah pengen berkulit pucat. Padahal, Paris Hilton yang kulitnya asli putih aja secara rutin datang ke tanning salon supaya kulitnya selalu cokelat. Demi punya kulit putih, banyak remaja cewek yang tergoda untuk membeli produk-produk krim yang menjanjikan bisa bikin kulit lebih putih dalam waktu relative singkat. Padahal, bisa jadi krim tersebut megandung mercury, hydroquinone atau bahan lain yang berbahaya buat kulit. Menurut Dr. Deby Vinskie dari klinik Perfect Beauty, yang perlu diwaspadai adalah produk kosmetik yang menggunakan hydroquinone lebih dari 2%. Tapi sebagai remaja, aktivitas kita kan banyak banget. Kadang kita lupa bahwa saat memakai krim tersebut, kulit nggak boleh terkena sinat matahari langsung. Reaksinya adalah kulit malah jadi menggelap. Sedangkan mercury, cara kerjanya adalah dengan mematikan pigmen melanin. Padahal, melaninlah yang melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar ultraviolet. Karena nggak ada pelindung, jadinyas kulit kita rentan terhadap bahaya kanker kulit. Mercury yang termasuk logam berat ini justru membuat flek yang ada sebelumnya menjadi lebih awet, kulit jadi cepat memerah, jerawat, pelebaran pembuluh darah, dan bisa merusak ginjal bila dipakai terus-terusan.
2. Suntik Putih
Sama eperti suntik kurus, kamu harus hati-hati kalau ditawarkan suntik yang menjanjikan kulit kamu putih dengan cepat. Biasanya yang disuntikkan adalah cairan yang mengandung vitamin C. Sebenarnya, zat itu bukan membuat kulit kita menjadi lebih putih, melainkan menjadi lebih cerah. Kalau dipikir-pikir lagi, kita kan bisa mendapat vitamin C tersebut lewat makanan yang melalui proses alami, ngapain harus merasakan sakitnya disuntik dan resiko efek samping? Belom lagi kalau sampai addicted atau kecanduan, repot, kan?! Ingat pepatah “easycome easy go” deh. Kalau datangnya instant, pasti juga bisa instant. Misalnya skenario nahan laper dua hari penuh. Begitu timbangan tutrun, teus langsung makan banyak dan timbangan naik lagi. Suntik putih sekali, paling bertahan berapa lama?! Begitu stop dilakukan, kulit kembali seperti semula. Maka itu selalu utamakan yang alami deh demi kesehatan sekarang dan jangka panjang.
Sumber : Majalah Gogirl!, February 2008






nice artikel….
thanks ya infonya…
sangat bermanfaat
wow,”it’s very very good” ini artikel yg plg tepat utk para penggemar instan,”i like it!!!!!!!!”.thanks ya!uda ngasih tau bahaya yg akan timbul apabila manusia akn terus melanjutkan activiti sgt buruk ini!!!!!!!!