SOS : HELP!
Our Islands Are Drowning
Have you heard? 24 pulau Indonesia dan beberapa pulau di kepulauan Seribu sudah hilang tenggelam. Hilang dari perpetaan. Ini semua karena global warming mencairkan es di kutub dan Greenland sehingga membuat permukaan air laut naik. Akibatnya, seluruh pulau di seluruh dunia terancam tenggelam. Pencairan es adalah harga mahal yang harus dibayar manusia akibat pemanasan global. Suhu bumi meningkat karena tingginya emisi gas rumah kaca di atmosfer. Selama tahun1990-2005 aja, suhu bumi naik 0,15 -0,30C. Kalau terus naik sampai 2 derajat, es di kutub utara dan selatan akan cair lebih cepat lagi. Tahun 2040, diperkirakan lapisan es kutub-kutub bumi akan habis meleleh dan permukaan air laut akan meninggi, menghapus garis pantai dan membuat penduduk di pesisir terpaksa mengungsi. Padahal 70% populasi dunia tinggal di daerah garis pantai.
Worst case scenario adalah kalau di tahun 2050, air laut sampai 60 m, maka ribuan pulau rendah di seluruh dunia, dipastikan tenggelam, termasuk Bali.
Bali dan Kepulauan Indonesia Ikut Terancam:
Temperatur di Indonesia dilaporkan telah naik sampai 3,5oc selama 100 tahun terakhir. Gejalanya terasa dimana-mana ; salju di puncak Gunung Jayawijaya Papua menghilang, suhu Medan dan Denpasar pun naik 0,17 dan 0,87 derajat celcius per tahun. Menyusutnya Hutan Bakau Bali memperparah hal ini. Sekarang aja, pasangnya air laut pantai Kuta udah membanjiri beberapa lobby hotel di sekitarnya. Jawa juga bernasib sama, sampai saat ini permukaan Teluk Jakarta udah naik 0,8 cm! Banjir di beberapa kota di Indonesia kemaren udah cukup jadi bukti betapa cepatnya daerah-daerah tertentu tenggelam karena naiknya permukaan air laut. Dan kalau suhu terus naik, tahun 2050 daerah-daerah Jakarta dan Bekasi seperti Kosambi, Penjaringan, Cilincing, Muaragembong, dan Tarumajaya akan terendam. Yang paling serem sih, kalau air laut naik sampai 90 cm, karena separuh Jakarta, mulai dari Tanjung Priuk sampai stasiun kota bakal tenggelam! Seluruh pantai timur akan hilang dan Sumatera menyusut jadi 1/3 nya doang. Begitu juga Pulau Bangka, Batam, Kalimantan Selatan, sebagian Irian Jaya, dan most of Lombok. Pulau Sumbawa malah mungkin akan terbagi dua! Kebayang, kan gimana chaoticnya keadaan negara kalau ini sampai terjadi?
SOS From Around The World
Greenland ternyata mencair lebih cepat daripada yang diperkirakan. Ditandai dengan menipisnya tutupan es dan salju di Pegunungan Alpen, Alaska, Rocky Mountain, Gunung Kilimanjaro, dan Skandinavia. Kalau Greenland meleleh habis, permukaan air laut around the globe akan naik sampai 6 m. This is scary, karena 1,5 m aja bisa merendam area New York, Amsterdam, Venesia, dan Bangladesh!
Bangladesh
Sudah 1 juta penduduk pesisir diungsikan karena rumahnya tersapu air laut. Diperkirakan, jika sea-level rise mencapai 1 m, 15% wilayah Bangladesh akan terendam dan 13 juta penduduk harus diungsikan.
Venesia, Italia
Kota langganan para turis ini makin tenggelam karena naiknya permukaan permukaan air laut Adriantik.
Miami Beach, Florida
Naiknya permukaan air laut menggusur apartement, dan rumah-rumah pinggir pantai.
Papua Nugini
Mulai November 2005, pemerintahannya memindahkan 10 keluarga secara berkala dari wilayah Careret yang diperkirakan tenggelam tahun 2015.
Apa yang harus dilakukan?
Tindakan penting yang harus dilakukan tiap negara adalah mempertahankan hutan bakau dan terumbu karang untuk mencegah erosi dan naiknya air laut ke daratan. Hutan bakau yang terlanjur rusak harus direhabilitasi. Kebijakan transportasi yang terpadu, pengurangan emisi, dan penyelamatan hutan harus terus dilakukan. Kita sendiri HARUS hemat listrik, hemat BBM, dan rajin uji emisi kendaraan.
Sumber : Majalah Gogirl!, Maret 2008





Nice Article… and two thumbs up……..! Artikel-artikelnya ‘wow’ banget… Pertahanin, ya artikel-artikel ang berhubungan dengan green action-nya, yang (sumpah!) keren banget. Karena bagi saya ‘hijau’ itu ‘cool’….